Breaking News
16:24

Kejar Target PAD Akhir Tahun 2026, Sekda NTT dan Kaban BPAD Siapkan Strategi Jitu

IMG 20261028 WA0211
Bagikan
Lihat Tersimpan

Kupang, Narator NTT, 28 Oktober 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak, menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2026.

Kolaborasi lintas sektor, inovasi pelayanan, serta pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi fokus utama untuk mendorong peningkatan penerimaan daerah.

Baca juga: SKALA NTT dan DJPK Kemenkeu Gelar Lokakarya PDRD, Dorong PAD Kuat Tanpa Bebani Masyarakat

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, bersama tim Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Rabu (28/10/2026), di ruang kerja Sekda NTT.

Tim BPAD NTT dipimpin langsung oleh Kepala BPAD NTT, Johny Ericson Ataupah, SP., MM., didampingi Kepala Bidang Pendapatan I, Oktavianus Mare, serta Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah.

Pertemuan ini membahas sejumlah strategi untuk memperkuat penerimaan PAD pada penghujung tahun, mulai dari peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder), inovasi dan terobosan pelayanan, sosialisasi serta edukasi perpajakan secara masif, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan kebijakan pajak daerah.

Usai pertemuan tersebut, Johny Ericson Ataupah menjelaskan bahwa diperlukan strategi yang inovatif dan langkah nyata untuk mengoptimalkan penerimaan PAD, terutama dari sektor pajak daerah.

Baca juga: Tim BPAD dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Malaka, Dongkrak Penerimaan PAD

Menurutnya, upaya peningkatan pendapatan tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme pelayanan rutin. Diperlukan kerja yang lebih aktif, kolaboratif, dan responsif dalam menjangkau masyarakat wajib pajak di seluruh wilayah NTT.

“Kita perlu memperkuat strategi akhir tahun melalui kerja sama, inovasi pelayanan, penagihan yang lebih optimal, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Semua ini dilakukan untuk mendorong peningkatan penerimaan PAD dan mendukung pembangunan daerah,” demikian penekanan strategi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Johny juga mendorong seluruh Tim Kerja UPT Pendapatan Daerah Provinsi yang tersebar di kabupaten dan kota agar semakin intensif melakukan penagihan pajak, mengembangkan pelayanan jemput bola, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di samping itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu terus digencarkan agar wajib pajak memahami pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pembangunan NTT.

Pendekatan persuasif juga dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pajak daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Karena itu, jajaran BPAD NTT didorong untuk terus menghadirkan kegiatan inovatif, membaca peluang peningkatan penerimaan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat wajib pajak.

Baca juga: BPAD NTT Gebrak Layanan Digital! Pro NTT Bakal Terhubung Finpay, Bayar Pajak Makin Fleksibel

Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, UPT Pendapatan Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat upaya optimalisasi PAD pada sisa waktu Tahun Anggaran 2026.

“Ayo Bangun NTT!” menjadi semangat yang digaungkan BPAD NTT untuk mengajak masyarakat semakin sadar dan taat pajak. Kepatuhan membayar pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga menjadi bentuk partisipasi bersama dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Nusa Tenggara Timur. (Narator NTT/Omar).

IMG 20261028 WA0005

Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *