MAUMERE, NARATOR NTT, 04 November 2026 – Kepedulian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap perlindungan pekerja lintas agama terus diperkuat.
Kali ini, perhatian tersebut menyasar para marbot masjid melalui sosialisasi program Jaminan Sosial (Jamsos) Ketenagakerjaan yang dilakukan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Yosef Rasi, S.Sos., M.Si.
Baca juga: TOUR DE ENTETE 2026: MELKI LAKA LENA MENGUBAH LANGKAH KAKI MENJADI GERAKAN EKONOMI NTT
Dalam kunjungannya ke Maumere Kabupaten Sikka Jumat, 23 Oktober 2026 yang lalu. Yosef Rasi membawa pesan Gubernur Melki Laka Lena tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Tokoh Agama yang ditemui diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka, H. Muhamad Ikhsan Wahab.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua MUI di Kota Maumere tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam memperluas perlindungan sosial bagi pekerja keagamaan.
Melalui pertemuan tersebut, Yosef Rasi memaparkan sejumlah program strategis, terutama perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para marbot yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga dan melayani kebutuhan umat di masjid maupun mushola.
Kepala Dinas Nakertrans NTT menjelaskan, terdapat beberapa agenda penting yang dibahas bersama pimpinan MUI Sikka.
Pertama, mendorong perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja lintas agama, khususnya para marbot masjid. Kedua, membangun strategi penanganan persoalan ketenagakerjaan bagi generasi muda keagamaan, termasuk pemuda masjid, melalui penguatan akses informasi dan peluang pasar kerja.
Ketiga, mendorong pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi dan aset yang dimiliki lembaga keagamaan, salah satunya melalui pengembangan tanaman Kelapa Genjah pada lahan-lahan aset maupun tanah wakaf.
MUI Sikka Apresiasi Perhatian Gubernur NTT
Ketua MUI Kabupaten Sikka, H. Muhamad Ikhsan Wahab, menyambut baik kunjungan dan penjelasan program yang disampaikan Kadis Nakertrans NTT.
Baca Juga: Badan Penghubung NTT Fasilitasi Misi Strategis Wagub Johni Asadoma di Kaltara
Ia mengaku gembira karena perhatian pemerintah provinsi terhadap komunitas keagamaan, khususnya para marbot, menjadi hal yang sangat berarti.
Dalam kesempatan tersebut, H. Muhamad Ikhsan Wahab menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTT, Melki Laka Lena, atas kebijakan dan perhatian terhadap perlindungan sosial bagi para marbot yang bertugas di 49 masjid dan mushola di wilayah Kabupaten Sikka.
“Kami merasa gembira sekali mendapat perhatian besar dari Pemerintah Provinsi NTT. Kami juga senang mendapat berbagai informasi penting terkait pasar kerja bagi pemuda masjid dan pemuda Muslim serta pengembangan tanaman Kelapa Genjah di tanah wakaf yang dimiliki,” ungkap H. Muhamad Ikhsan Wahab sebagaimana dikutip Yosef Rasi.
Baca Juga: Inspiratif! Putra Sikka Sulap Lahan Karang Jadi Kawasan Pertanian Terpadu
Bangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Rumah Ibadah
Pertemuan ini tidak hanya berbicara mengenai perlindungan sosial, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis aset keagamaan.
Gagasan pengembangan Kelapa Genjah pada lahan-lahan yang dimiliki lembaga keagamaan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi produktif yang memberikan nilai tambah dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan pekerja, pemberdayaan generasi muda, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT bersama MUI dan para tokoh agama, diharapkan semakin banyak pekerja keagamaan yang memperoleh perhatian dan perlindungan sosial secara layak.
Kehadiran pemerintah di tengah komunitas keagamaan menjadi pesan bahwa pembangunan NTT harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun profesi. (Narator NTT/Omar)






Tinggalkan Balasan