TAMBOLAKA – NARATOR NTT, 16 September 2026 – Produk lokal Sumba Barat Daya memiliki cerita, kreativitas, kekayaan bahan baku hingga identitas budaya yang kuat. Namun di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, kemampuan memproduksi barang saja tidak lagi cukup.
Produk UMKM harus berkualitas, konsisten, memiliki kemasan yang layak, merek yang kuat dan memenuhi standar pasar agar mampu bertahan sekaligus berkembang.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Standardisasi Kualitas Produk Ekonomi Kreatif UMKM yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kegiatan selama dua hari, 15–16 September 2026, berlangsung di Hotel Sinar Tambolaka dan diikuti 50 pelaku UMKM dari Kecamatan Wewewa Barat, Wewewa Timur, Wewewa Selatan dan Kecamatan Kodi Bangedo.
Workshop ini tidak sekadar menjadi ruang pembelajaran teknis. Lebih jauh, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi UMKM daerah, yakni bagaimana mengubah produk yang memiliki potensi menjadi produk yang siap bersaing dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bisa Produksi Saja Tidak Cukup
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumba Barat Daya yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, ditegaskan bahwa tantangan pengembangan produk lokal saat ini tidak berhenti pada kemampuan produksi.
Persoalan kualitas, kemasan, standardisasi, branding hingga akses pasar menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pelaku UMKM.
“UMKM tidak boleh berhenti pada kemampuan membuat produk. Produk harus memiliki kualitas, kemasan, standardisasi dan branding yang membuat konsumen percaya. Karena pada akhirnya, produk yang tidak mampu menembus pasar akan sulit memberikan nilai tambah yang maksimal bagi pelaku usaha,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Pesan tersebut menjadi penting karena produk UMKM Sumba Barat Daya sesungguhnya memiliki modal besar berupa karakter lokal, bahan baku, kreativitas dan identitas budaya.
Namun, seluruh potensi tersebut perlu diolah menjadi keunggulan kompetitif.
Pasar saat ini tidak hanya bertanya dari mana sebuah produk berasal. Konsumen juga melihat apakah kualitas produk konsisten, kemasannya menarik dan aman, mereknya mudah dikenali, informasi produknya lengkap serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara berkelanjutan.
Karena itu, standardisasi bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi salah satu cara produk lokal membangun kepercayaan ketika masuk ke pasar yang lebih luas.
Dari Produk Lokal Menuju Pasar Lebih Luas
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mendorong terjadinya perubahan paradigma dalam pengembangan UMKM.
Pelaku usaha tidak lagi hanya diarahkan untuk menghasilkan barang dan menjualnya di lingkungan sekitar, tetapi dipersiapkan menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mampu membaca kebutuhan pasar, membangun merek, menyusun strategi bisnis dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Artinya, perjalanan sebuah produk tidak boleh berhenti ketika proses produksi selesai.
Dari bahan baku, proses produksi, pengendalian kualitas, kemasan, branding, pemasaran, pelayanan konsumen hingga keberlanjutan bisnis, seluruh mata rantai tersebut harus dipikirkan oleh pelaku usaha.
Mathias Beeh: Jangan Pulang Hanya Bawa Ilmu Produksi
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Mathias Beeh, selaku pengampu teknis program, berharap workshop memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Menurut Mathias, peserta tidak hanya dituntut memahami teknis pengolahan produk, tetapi juga harus mampu menyusun rencana bisnis dan membangun strategi promosi yang efektif.
“Harapan kami, peserta tidak hanya pulang membawa pengetahuan teknis pengolahan produk. Mereka juga harus memiliki kecakapan menyusun rencana bisnis, memahami strategi promosi dan mampu membangun positioning produknya, sehingga produk daerah dapat bersaing bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional, nasional bahkan internasional,” ujar Mathias.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan pendekatan yang lebih luas dari sekadar pelatihan produksi.
Pelaku UMKM harus didorong menjadi entrepreneur yang mampu berpikir dari hulu hingga hilir.
Kopi, Pangan, Kerajinan hingga Produk Budaya Punya Peluang
Sumba Barat Daya memiliki beragam potensi produk yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Mulai dari kopi, pangan olahan, kerajinan, fesyen hingga produk berbasis budaya, semuanya memiliki peluang untuk masuk ke rantai ekonomi yang lebih besar.
Namun peluang tersebut membutuhkan kesiapan.
Produk yang berkualitas tetapi memiliki kemasan lemah akan menghadapi tantangan ketika masuk ke pasar modern. Demikian pula produk dengan kemasan menarik tetapi kualitasnya tidak konsisten akan sulit mempertahankan kepercayaan konsumen.
Karena itu, standardisasi, branding, strategi pemasaran dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam perjalanan produk lokal menuju pasar yang lebih luas.
Dari Sumba Barat Daya, Produk Lokal Didorong Naik Kelas
Workshop yang melibatkan 50 pelaku UMKM dari empat kecamatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT memperkuat fondasi pelaku ekonomi kreatif daerah.
Tujuannya bukan sekadar memperbanyak pelaku usaha yang mampu membuat produk, tetapi mendorong lahirnya pelaku UMKM yang mampu menghasilkan produk berkualitas, membangun merek, memahami pasar dan menjaga kepercayaan konsumen.
Dari Sumba Barat Daya, semangat itu kembali ditegaskan: produk lokal harus naik kelas.
Bukan lagi sekadar dibuat, tetapi distandardisasi.
Bukan sekadar dijual, tetapi memiliki daya saing di pasar. Dan bukan hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi memiliki peluang membawa identitas dan kreativitas NTT ke pasar regional, nasional hingga internasional. (Kontributor Paul.S)





[…] Pelatihan! 6 UMKM Sumba Barat Daya Langsung Kantongi NIB, Pemprov NTT Dorong Usaha Naik Kelas UMKM Sumba Barat Daya Tak Boleh Jalan di Tempat! Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Nasional hingga … Operasi Tertib Pajak Kendaraan Rutin di Kota Kupang, Kaban BPAD NTT Turun Langsung Pantau […]
[…] Pelatihan! 6 UMKM Sumba Barat Daya Langsung Kantongi NIB, Pemprov NTT Dorong Usaha Naik Kelas UMKM Sumba Barat Daya Tak Boleh Jalan di Tempat! Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Nasional hingga … Operasi Tertib Pajak Kendaraan Rutin di Kota Kupang, Kaban BPAD NTT Turun Langsung Pantau […]