Breaking News
07:24

Gubernur Melki: Bukan Hanya Sukses Gelar Event, PeSONas II Ukir Kesan Indah tentang NTT di Hati Para Kontingen

Bagikan
Lihat Tersimpan

KUPANG, NARATOR NTT- 19 Oktober 2026 — PeSONas II Tahun 2026 telah berakhir. Pertandingan selesai, para atlet dan delegasi kembali ke daerah masing-masing, medali telah dibagikan, dan panggung kompetisi telah ditutup. Tetapi bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, cerita tentang PeSONas II belum selesai.

Justru setelah lampu arena dipadamkan, ada satu hal yang menurut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena harus tetap menyala: kesan tentang NTT.
Pesan itu disampaikan Gubernur Melki saat memimpin Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: PerSONas II 2026 Tinggalkan Cerita Indah di NTT! Melki Laka Lena: Keramahan dan Toleransi NTT Harus Mendunia

Di hadapan jajaran ASN dan pimpinan perangkat daerah, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang telah bekerja maksimal menerima, mendampingi, melayani, dan memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh kontingen yang datang ke NTT mengikuti PeSONas II.
Menurut Gubernur, keberhasilan PeSONas II tidak boleh dibaca semata-mata dari sisi penyelenggaraan pertandingan maupun perolehan prestasi olahraga.

“Sukses PeSONas bukan hanya sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita berhasil menunjukkan wajah NTT sebagai daerah yang ramah,” demikian garis besar pesan Gubernur Melki dalam apel tersebut.

Pesan itu menjadi penting karena ribuan orang dari berbagai daerah datang ke NTT bukan hanya untuk bertanding. Mereka datang untuk melihat, merasakan, dan mengalami sendiri bagaimana NTT menerima tamunya.

Karena itu, setiap ASN yang terlibat dalam pelayanan kontingen, setiap perangkat daerah yang menerima dan mendampingi, bahkan setiap masyarakat yang berinteraksi dengan para delegasi, sesungguhnya ikut menjadi bagian dari “wajah NTT” yang dibawa pulang oleh para tamu.

Pertandingan Berakhir, Kesan Jangan Berakhir

Gubernur Melki mengungkapkan bahwa dirinya menerima berbagai testimoni dan apresiasi dari daerah-daerah peserta maupun dari Special Olympics Indonesia (SOIna) sebagai penyelenggara PeSONas II.

Apresiasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pelayanan dan pendampingan yang dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi NTT telah dirasakan oleh para delegasi.
Hal ini memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah event nasional tidak hanya ditentukan oleh stadion, venue, jadwal pertandingan, perangkat pertandingan, atau jumlah medali.
Ada satu ukuran lain yang tidak tercatat dalam papan skor: bagaimana tamu merasa diterima sebagai manusia.
Di titik inilah PeSONas II memberikan pelajaran penting bagi NTT.

Baca Juga : SENTUHAN KASIH DARI BPAD DAN PMD NTT! Kontingen PeSONas II 2026 Sulawesi Selatan Disambut Hangat di Kupang

Para atlet dengan disabilitas intelektual datang membawa semangat bertanding. Mereka pulang bukan hanya membawa hasil pertandingan, tetapi juga pengalaman tentang bagaimana sebuah daerah memperlakukan mereka.
Dan bagi NTT, pengalaman itu menjadi modal reputasi.
NTT tidak cukup dikenal karena alamnya yang indah. NTT juga harus dikenal karena manusianya yang ramah.

NTT Sedang Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Destinasi

Pernyataan Gubernur Melki juga memiliki dimensi yang lebih luas bagi pembangunan pariwisata dan ekonomi daerah.
Branding sebuah daerah tidak dibangun hanya melalui baliho, slogan, promosi digital, atau kampanye pariwisata. Branding dibangun melalui pengalaman nyata orang ketika datang dan berinteraksi dengan daerah tersebut.

PeSONas II menjadi salah satu ruang pembuktian itu.
Ketika delegasi datang, mereka melihat pelayanan. Ketika mereka bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mereka bertemu masyarakat. Ketika mereka membutuhkan bantuan, mereka berhadapan dengan aparatur. Ketika mereka mengikuti pertandingan, mereka merasakan atmosfer tuan rumah.

Semua pengalaman itu kemudian membentuk satu kesimpulan sederhana: “Seperti apa NTT?”
Jawabannya tidak lagi hanya berasal dari materi promosi. Jawabannya lahir dari pengalaman mereka sendiri.

Karena itu, ketika Gubernur Melki menyebut keberhasilan PeSONas II sebagai bagian dari upaya membranding NTT sebagai provinsi yang ramah, pesan tersebut sesungguhnya jauh lebih besar daripada sekadar pujian kepada panitia.
Itu adalah penegasan bahwa hospitality harus menjadi karakter pemerintahan dan karakter daerah.

PeSONas II Menjadi Ujian Awal Menuju PON 2028

Lebih jauh, Gubernur Melki menempatkan pengalaman PeSONas II sebagai bagian dari persiapan NTT menghadapi agenda yang lebih besar: menjadi salah satu tuan rumah PON XXII Tahun 2028.

PeSONas II dengan demikian dapat dilihat sebagai ruang belajar berskala nasional bagi NTT—bagaimana menerima kontingen dalam jumlah besar, bagaimana membangun koordinasi lintas perangkat daerah, bagaimana memberikan pelayanan kepada tamu, bagaimana mengelola mobilitas peserta, serta bagaimana menciptakan pengalaman yang baik selama mereka berada di NTT.

Baca Juga : Johny Ataupah Sambut Kontingen Sulawesi Selatan di Kupang: “NTT Itu Indah dan Ramah, Tunjukkan Wajah Nusa Toleransi
Penyelenggaraan PeSONas II sebelumnya juga telah dipandang sebagai salah satu momentum untuk menguji kesiapan NTT menuju PON 2028.
Maka pesan Gubernur Melki memiliki makna yang jelas: apa yang sudah dilakukan pada PeSONas II tidak boleh berhenti sebagai cerita sukses satu event.

Ia harus menjadi evaluasi, harus menjadi pembelajaran,menjadi standar baru pelayanan.
Dan yang paling penting, ia harus menjadi pengalaman yang terus disempurnakan menjelang PON 2028.

ASN Harus Menjadi Wajah Pemerintah

Di hadapan ASN, pesan Gubernur Melki sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan sebuah agenda pemerintah bukan hanya pekerjaan satu atau dua perangkat daerah.

Ketika sebuah event nasional berlangsung di NTT, seluruh perangkat daerah pada hakikatnya berada dalam satu panggung pelayanan publik.
Karena itu, apresiasi Gubernur kepada seluruh perangkat daerah bukan sekadar ucapan terima kasih.

Di baliknya terdapat pesan bahwa kerja kolaboratif harus menjadi budaya pemerintahan.
Tidak boleh ada ego sektoral ketika kepentingannya adalah membawa nama NTT.

Tidak boleh ada pelayanan yang setengah hati ketika yang dipertaruhkan adalah reputasi daerah.
Dan tidak boleh ada aparatur yang merasa pekerjaannya kecil ketika pekerjaan itu bersentuhan langsung dengan masyarakat dan tamu dari luar NTT.

Sebab dalam event sebesar PeSONas, satu pelayanan yang baik bisa menjadi cerita positif tentang NTT. Sebaliknya, satu pelayanan yang buruk pun dapat menjadi kesan yang dibawa pulang.

Dari PeSONas Menuju PON: Jangan Hanya Siap Menjadi Tuan Rumah

PeSONas II telah memberikan satu pesan penting: menjadi tuan rumah bukan hanya soal siap menggelar pertandingan, tetapi siap menerima manusia.
Itulah sebabnya keberhasilan NTT dalam PeSONas II tidak semestinya diukur hanya dari kelancaran pertandingan atau posisi kontingen dalam klasemen.

Pada penutupan, NTT tercatat berada di posisi ketiga dengan 21 emas, 20 perak, dan 22 perunggu, tetapi ukuran keberhasilan sebagai tuan rumah memiliki dimensi yang lebih luas daripada perolehan medali.

Bagi Gubernur Melki, pengalaman tersebut harus menjadi energi baru untuk menatap 2028.
PON akan membawa skala yang jauh lebih besar. Lebih banyak kontingen, lebih banyak atlet, lebih banyak ofisial, lebih banyak tamu, dan tentu saja sorotan publik yang jauh lebih luas.

Baca Juga : 157 Atlet PeSONas Jawa Barat Tiba, Doris Rihi: Tunjukan NTT itu Ramah bukan Sekedar Slogan
Karena itu, PeSONas II harus menjadi ruang belajar bersama.
Belajar menerima, belajar melayani, belajar berkoordinasi, belajar menyelesaikan persoalan dengan cepat dan belajar memastikan setiap orang yang datang ke NTT merasa dihormati.

Pada akhirnya, yang akan dibawa pulang oleh para tamu bukan hanya medali, sertifikat atau dokumentasi pertandingan.
Mereka akan membawa cerita tentang NTT.
Dan Gubernur Melki ingin cerita itu sederhana tetapi kuat:
NTT adalah rumah yang terbuka. NTT adalah daerah yang menghargai setiap manusia. NTT adalah tuan rumah yang ramah.

PeSONas II telah selesai.

Tetapi pekerjaan membangun reputasi NTT baru saja dimulai.
Karena sebelum NTT menjadi tuan rumah PON 2028, NTT terlebih dahulu harus memastikan bahwa setiap orang yang datang ke tanah Flobamora merasa benar-benar diterima sebagai keluarga. (Kontributor: Paul.S)

Flayer Keringanan Pajak Kendaraan di NTT
Penulis

admin

Satu tanggapan untuk “Gubernur Melki: Bukan Hanya Sukses Gelar Event, PeSONas II Ukir Kesan Indah tentang NTT di Hati Para Kontingen”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *