KUPANG – NARATOR NTT, 11 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) mulai menyiapkan strategi baru untuk mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu gebrakan yang diwacanakan adalah pemberian insentif langsung berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi pemilik kendaraan bermotor yang saat ini masih menggunakan alamat luar daerah, namun kendaraan tersebut telah lama beroperasi di wilayah Sabu Raijua.
Wacana tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari strategi memperluas basis penerimaan daerah, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen PKB.
Gagasan itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Urbanus Rohi,S.KM saat melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Johny Ericson Ataupah, SP., MM., yang didampingi sejumlah Kepala Bidang di lingkungan BPAD NTT, Rabu (9/9/2026).
Menurut Urbanus, kebijakan tersebut diarahkan kepada masyarakat Sabu Raijua yang memiliki kendaraan bermotor tetapi kendaraannya masih menggunakan alamat luar wilayah.
Langkah itu dinilai penting untuk mendorong masyarakat melakukan peralihan alamat kendaraan ke Sabu Raijua, sehingga potensi penerimaan daerah yang selama ini berada di luar wilayah dapat masuk dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Kendaraan Banyak Beroperasi di Sarai, Tapi Alamat Masih di Luar
Marten mengungkapkan, salah satu persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua adalah masih rendahnya jumlah kendaraan bermotor yang secara administrasi beralamat di wilayah tersebut.
Padahal, berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang beroperasi di Kabupaten Sabu Raijua cukup banyak. Bahkan, sebagian besar kendaraan tersebut masih menggunakan alamat Kota Kupang, Kabupaten Kupang maupun daerah lain di luar NTT.
Kondisi ini membuat potensi penerimaan yang seharusnya dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Sabu Raijua belum sepenuhnya optimal.
Ia menjelaskan, fenomena tersebut antara lain terjadi karena masyarakat Sabu Raijua selama ini membeli kendaraan di wilayah lain, terutama Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Selain itu, masyarakat juga kerap menggunakan dokumen kependudukan sanak keluarga yang berdomisili di wilayah tersebut ketika membeli kendaraan secara kredit.
Situasi tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis dan ketersediaan layanan otomotif di Sabu Raijua. Hingga saat ini, wilayah Sarai belum memiliki cabang maupun subdealer kendaraan, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pemprov NTT: Strategi Sarai Patut Didukung
Kepala BPAD Provinsi NTT Johny Ericson Ataupah, SP., MM., didampingi Kepala Bidang Pendapatan I BPAD NTT Oktavianus Mare, SS., menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT pada prinsipnya mendukung langkah strategis yang sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua.
Menurut Johny, optimalisasi PAD tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemungutan pajak, tetapi juga membutuhkan strategi untuk memperluas basis objek pajak dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Pemprov NTT mendorong Pemkab Sabu Raijua membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk para pimpinan dealer kendaraan.
Tujuannya adalah mendorong agar dealer membuka cabang atau subcabang di wilayah Sabu Raijua.
Dengan semakin dekatnya akses masyarakat terhadap dealer resmi, proses kepemilikan kendaraan diharapkan menjadi lebih mudah dan pada akhirnya dapat mendorong peningkatan jumlah kendaraan yang secara administrasi terdaftar di wilayah Sabu Raijua.
“Pemerintah Provinsi pada prinsipnya sangat mendukung upaya dan strategi yang dilakukan Pemda Sabu Raijua dalam optimalisasi PAD,” demikian inti dukungan Johny.

Bukan Hanya PKB, Opsen MBLB Juga Jadi Perhatian
Johny juga berharap Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memberikan dukungan penuh terhadap agenda optimalisasi PAD NTT, baik yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor maupun opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Untuk itu, sinergi antara Pemkab Sabu Raijua dengan UPT Pendapatan Provinsi NTT serta perangkat Cabang Dinas Provinsi yang berada di wilayah Sabu Raijua perlu terus diperkuat.
Menurutnya, koordinasi lintas pemerintahan menjadi kunci agar kebijakan optimalisasi pendapatan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.
PAD Naik, Pembangunan Sarai Makin Bergerak
Dukungan terhadap wacana insentif dan peralihan alamat kendaraan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memperbesar kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semakin besar PAD yang mampu dihimpun, semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki pemerintah daerah untuk mempercepat berbagai program pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sabu Raijua.
Dengan demikian, wacana insentif PNBP kendaraan mutasi bukan sekadar persoalan administrasi kendaraan, tetapi menjadi bagian dari strategi besar menarik kembali potensi penerimaan daerah yang selama ini mengalir ke luar wilayah.
Jika kebijakan tersebut dapat diwujudkan dan berjalan efektif, kendaraan yang selama ini “beralamat di luar, tetapi beroperasi di Sarai” diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah tempat kendaraan tersebut digunakan sehari-hari. (NaratorNTT/Omar)





[…] Baca Juga : PAD Sabu Raijua Dibidik Naik! Pemprov NTT Dukung Insentif PNBP untuk Tarik Kendaraan Ber… […]