Breaking News
06:03

Tour de EnTeTe Bukan Pesta Seremonial! Melki dan Christian Widodo Utamakan Manfaat Nyata bagi Rakyat

IMG 20261106 WA0052
Bagikan
Lihat Tersimpan

KUPANG, NARATOR NTT, 06 November 2026 – Rangkaian Tour de EnTeTe Etape I di daratan Timor resmi menuntaskan rute terakhir dari Kantor Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, menuju Pantai Lasiana, Kota Kupang, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan spektakuler yang melibatkan kurang lebih 10 ribu peserta ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan promosi daerah, tetapi juga menjelma menjadi gerakan nyata menggerakkan ekonomi rakyat dan menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat.

Baca Juga: TANPA SEKAT PROTOKOLER, MELKI–CHRISTIAN LARUT DALAM KEHANGATAN RAKYAT DI PANTAI LASIANA

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, melepas langsung peserta di titik start Desa Oebelo dan menyambut rangkaian kegiatan di garis finish Pantai Lasiana.

Ribuan peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA/SMK, ASN Pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, unsur TNI-Polri, kejaksaan, pimpinan perangkat daerah, masyarakat umum hingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat yang telah mengambil bagian dan bekerja keras menyukseskan perjalanan Tour de EnTeTe di daratan Timor.

Baca Juga: FINISH SPEKTAKULER TOUR de EnTeTe DI LASIANA! Melki Kobarkan Semangat Olahraga dan Kebangkitan UMKM NTT

Menurut Gubernur, Tour de EnTeTe bukan semata-mata kegiatan olahraga, tetapi merupakan sebuah gerakan kolaborasi untuk membangun NTT melalui partisipasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta aksi nyata yang menyentuh kebutuhan warga.

Dampak ekonomi dari kegiatan tersebut juga cukup menggembirakan. Perputaran uang di sekitar lokasi kegiatan diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga lebih dari Rp100 juta. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kegiatan berskala besar dapat membuka peluang usaha dan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM lokal.

Tidak hanya menggerakkan ekonomi, Tour de EnTeTe juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan. Sejumlah perangkat daerah turut mengambil bagian dengan menyerahkan bantuan bibit tanaman dan pohon melalui OPD Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta menyalurkan bantuan beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Baca Juga: Bukan Sekadar Olahraga! Tour de En Te Te Jadi Gerakan Ekonomi Rakyat, Gubernur Apresiasi BPAD NTT

Pemerintah juga menghadirkan kegiatan jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer yang memperebutkan hadiah uang tunai bagi para pemenang kategori putra dan putri.

BEDAH RUMAH, HADIRKAN HARAPAN BAGI WARGA

Salah satu pesan penting dalam rangkaian Tour de EnTeTe adalah komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat melalui program bantuan Rumah Layak Huni (RLH).

Penerima manfaat di wilayah Kabupaten Kupang, khususnya Desa Oebelo, meliputi Kripinda Kosta, Yoson Pitus Lai, Faustina Dos Anjos, Natalina Dias Marques, dan Filipe Simenes.

Sementara di Kota Kupang, bantuan Rumah Layak Huni diberikan kepada Margareta Fai Ilu, warga Kelurahan Oebobo, serta Martina Weni.

Lokasi dan calon penerima manfaat tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Gubernur, Wakil Gubernur, bersama unsur Forkopimda dalam perjalanan rangkaian Tour de EnTeTe.

Program ini menjadi gambaran bahwa kehadiran pemerintah tidak cukup hanya melalui seremoni dan kegiatan formal, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

WALI KOTA KUPANG: PERAYAAN HARUS MEMBERIKAN MANFAAT NYATA

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun ini dikemas dengan konsep berbeda. Pemerintah mengedepankan aksi nyata, penggerakan ekonomi kerakyatan, serta kegiatan berbagi yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Menurutnya, sebuah perayaan tidak harus selalu identik dengan panggung megah, kemeriahan acara, jumlah peserta, ataupun besarnya anggaran. Ukuran keberhasilan sebuah kegiatan justru terletak pada seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga: TOUR DE EN TETE GAGASAN CERDAS MELKI LAKA LENA! Ribuan Peserta Bergerak, Ekonomi Rakyat NTT Ikut Bergairah

Melalui konsep tersebut, rangkaian kegiatan Tour de EnTeTe menghadirkan berbagai aksi sosial, termasuk program bedah rumah dengan target lima rumah pada setiap titik kegiatan.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan konsep tinggal bersama masyarakat di rumah-rumah penduduk dengan membayar biaya sewa yang setara dengan biaya penginapan hotel.

Dengan cara ini, pemerintah dan jajaran dapat berinteraksi lebih dekat, duduk bersama masyarakat, mendengarkan langsung keluhan, serta memahami persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Christian Widodo berharap, dampak positif dari kegiatan tersebut tidak berhenti ketika seluruh rangkaian perayaan selesai. Rumah-rumah warga yang sebelumnya mengalami kerusakan, termasuk atap yang bocor, diharapkan dapat diperbaiki sehingga memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi keluarga penerima manfaat.

Ia menilai, anggaran perayaan HUT NTT tahun ini menemukan bentuk pemanfaatan yang lebih bermakna karena diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung, terutama perbaikan rumah warga dan pelayanan sosial.

Momentum HUT Provinsi NTT juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bertumbuh dalam keberagaman, memperkuat persatuan, serta bersama-sama membangun Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

LOMBA LARI 10 KILOMETER, PENUTUP RANGKAIAN DARATAN TIMOR

Meski rute terakhir Tour de EnTeTe dari Desa Oebelo menuju Pantai Lasiana telah mencapai garis finish, rangkaian kegiatan masih akan dilanjutkan dengan lomba lari 10 kilometer pada Sabtu, 7 November 2026.

Lomba tersebut mengambil titik start di SDK Noelbaki dan finish di Kantor Polres Kupang, Babau, Kabupaten Kupang. Berdasarkan informasi panitia pelaksana, sebanyak 1.000 peserta dari berbagai kalangan telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga: Gegap Gempita Tour de Entete Mulai Terasa! Warga Malaka–Belu Bersiap Sambut Etape I di Jalur Nurobo–Tasifeto Barat

Dengan berakhirnya rute terakhir di Pantai Lasiana, Tour de EnTeTe kembali menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi ruang kolaborasi, promosi potensi daerah, penguatan UMKM, serta sarana mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

Tour de EnTeTe bukan sekadar perjalanan dari satu titik ke titik lainnya. Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan bahwa pembangunan NTT harus bergerak bersama rakyat, membuka peluang ekonomi, memperhatikan lingkungan, dan menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan hingga ke tingkat keluarga.

Dari Oebelo hingga Pantai Lasiana, semangat Tour de EnTeTe menjadi bukti bahwa NTT bisa bergerak bersama, bertumbuh bersama, dan membangun masa depan bersama. (Omar)

Flayer Pergub 64 Tahun 2026. Keringanan Pajak Kendaraan
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *