Breaking News
04:38

Inspiratif! Putra Sikka Sulap Lahan Karang Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

IMG 20261103 WA0052
Bagikan
Lihat Tersimpan

KUPANG, NARATOR NTT, 3 November 2026 – Siapa sangka, lahan penuh karang dan bebatuan yang selama ini dianggap sulit untuk diolah menjadi lahan pertanian produktif, justru mampu disulap menjadi kawasan usaha pertanian terpadu yang menjanjikan. Inilah kisah inspiratif Gestianus Sino, atau akrab disapa Gesti, putra Lekebai, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: DARI PERCA TENUN HINGGA MANGGULU, NTT DORONG SUMBA TIMUR MENGUBAH WARISAN BUDAYA MENJADI KEKUATAN EKONOMI

Berbekal ilmu pertanian, keberanian mengambil risiko, serta tekad kuat untuk membangun usaha dari keterbatasan, Gesti membuktikan bahwa kesuksesan di sektor pertanian tidak harus dimulai dengan modal besar dan lahan yang subur.

Bahkan, langkah awal perjuangannya terbilang tidak biasa. Demi mendapatkan modal untuk memulai usaha pertanian, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini rela menjaminkan ijazah sarjananya.

Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang seorang sarjana pertanian yang kini dikenal sebagai petani milenial sekaligus pengusaha pertanian inspiratif dari NTT.

Kisah perjuangan itu disampaikan Gestianus Sino saat berbincang santai dengan Narator NTT di sela-sela kegiatan Temu Responden Survei dan Liaison Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Selasa (3/11/2026).

Di atas lahan garapan seluas 1,2 hektare di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Gesti melakukan sesuatu yang bagi sebagian orang mungkin dianggap mustahil. Ia membongkar dan mengolah kawasan berbatu karang menjadi lahan pertanian produktif.

Kini, kawasan tersebut berkembang menjadi usaha pertanian terpadu yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari budidaya tanaman hortikultura atau sayur-sayuran, peternakan ayam dan kambing, hingga budidaya ikan lele.

Semua sektor usaha itu dikelola dalam satu kawasan yang saling mendukung, sehingga mampu menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

TINGGALKAN POLA LAMA, BANGUN PERTANIAN MODERN

Bagi Gesti, bertani bukan sekadar menanam, memanen, lalu menjual hasil produksi. Pertanian harus dikelola dengan pendekatan bisnis, inovasi teknologi, serta manajemen yang terukur.

Karena itu, dalam mengembangkan usahanya, ia menerapkan manajemen efisiensi, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta mengembangkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Ia juga mulai meninggalkan sistem monokultur dan ketergantungan terhadap pupuk kimia, dengan mengedepankan pendekatan pertanian organik dan sistem usaha tani terpadu.

Baginya, keterbatasan lahan dan kondisi tanah bukan alasan untuk menyerah. Justru dengan kreativitas, pengetahuan, dan kemauan untuk terus belajar, setiap potensi lahan dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif.

BUKAN HANYA SUKSES SENDIRI, GESTI CETAK PETANI MUDA NTT

Hal menarik lainnya, Gesti tidak ingin keberhasilan yang diraihnya hanya dinikmati sendiri. Ia memilih menjadikan kawasan pertaniannya sebagai tempat belajar dan pusat pengembangan kapasitas petani.

Baca Juga: Koko-Cici NTT Jangan Hanya Jadi Mahkota: Pesan Melki Laka Lena, Jadilah Wajah yang Membawa NTT ke Dunia

Melalui pendirian P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) GS Organik, ia membuka ruang pelatihan dan berbagi pengalaman bagi generasi muda serta para petani dari berbagai desa di NTT.

Tempat tersebut menjadi wadah transfer pengetahuan, praktik pertanian organik, pengembangan usaha tani terpadu, serta pembelajaran mengenai bagaimana mengelola pertanian menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Gesti tidak hanya membangun bisnis pertanian, tetapi juga ikut menyiapkan generasi petani muda yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

DIAPRESIASI NASIONAL, JADI INSPIRASI DUNIA

Perjuangan dan inovasi yang dilakukan Gesti turut mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak.

Ia dikukuhkan sebagai Duta Petani Muda Indonesia atau Petani Milenial oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Prestasi lainnya adalah penghargaan KEHATI Awards 2024 kategori Agriculture, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai salah satu pionir pengembangan pertanian organik di lahan kering.

Sosoknya juga kerap diundang menjadi narasumber dalam berbagai forum inspiratif, baik tingkat nasional maupun internasional. Kisah perjuangannya bahkan telah mendapat ruang pemberitaan dan dokumentasi melalui media nasional, termasuk program Kick Andy serta dokumentasi Yayasan BaKTI.

PESAN UNTUK GENERASI MUDA NTT

Kisah Gestianus Sino menjadi gambaran bahwa masa depan pertanian NTT memiliki peluang besar apabila dikelola dengan ilmu pengetahuan, inovasi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan.

Dari sebuah ijazah yang dijaminkan untuk mendapatkan modal, hingga keberhasilannya mengubah lahan karang menjadi kawasan pertanian terpadu, Gesti telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan.

Ia membuktikan bahwa anak muda NTT tidak harus meninggalkan desa untuk meraih kesuksesan. Justru desa, tanah, dan potensi lokal dapat menjadi sumber kehidupan apabila dikelola secara cerdas dan produktif.

Gestianus Sino bukan sekadar petani milenial. Ia adalah gambaran bahwa dengan keberanian memulai, ketekunan bekerja, dan kemauan berbagi, lahan yang dianggap tidak menjanjikan pun dapat berubah menjadi ladang harapan bagi banyak orang.

Dari karang tumbuh harapan, dari keterbatasan lahir kesuksesan. Inilah semangat petani muda NTT untuk membangun pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.(Natator NTT/Omar)

Flayer Pergub 64 Tahun 2026. Keringanan Pajak Kendaraan
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *