NARATOR NTT – SOE || 28 Agustus 2026 — Bagi sebagian orang, program pemerintah mungkin hanya terlihat sebagai rangkaian kegiatan dan pelatihan. Namun bagi Yarni Nabuasa, atau yang akrab disapa Yaya, program tersebut menjadi sebuah kesempatan untuk belajar, berani bermimpi, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur itu menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melalui Program Dasa Cita yang dinilainya telah membuka ruang bagi kaum muda untuk bertumbuh.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT. Program ini sangat bermanfaat bagi kami kaum muda di TTS. Kami diberikan kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan dan mengolah produk lokal menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Yaya saat mengikuti penutupan Bimtek di Hotel Bahagia II, Kabupaten TTS, Jumat (28/8/2026).
Bagi Yaya, Bimtek bukan sekadar duduk di ruang pelatihan dan menerima materi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang mendorong dirinya bersama teman-teman untuk melihat potensi lokal dari sudut pandang berbeda.
Potensi yang selama ini ada di sekitar masyarakat, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila didukung pengetahuan, keterampilan dan keberanian untuk memulai.
Ilmu yang diperoleh selama Bimtek pun diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Yaya bersama peserta lainnya ingin membawa pengetahuan tersebut kembali ke komunitas dan kelompok usaha untuk kemudian dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
Berharap Gubernur Melihat Langsung UMKM Anak Muda TTS
Di hadapan jajaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Yaya juga menyampaikan harapan agar suatu ketika Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dapat mengunjungi UMKM yang mereka kelola.
“Kami juga berharap suatu saat Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur dapat berkunjung melihat langsung UMKM yang kami kelola bersama teman-teman. Kehadiran beliau tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Harapan sederhana tersebut sekaligus menggambarkan kebutuhan pelaku UMKM terhadap kehadiran pemerintah bukan hanya dalam bentuk kebijakan dan program, tetapi juga dukungan moral serta perhatian langsung terhadap perjuangan mereka membangun usaha.
Bagi pelaku usaha muda, perhatian pemimpin daerah dapat menjadi energi tambahan untuk terus berkreasi dan mengembangkan produk lokal agar mampu naik kelas.
Apresiasi Yaya menjadi salah satu gambaran bahwa penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dapat menjadi pintu masuk penting bagi generasi muda untuk mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi.
Bimtek Jangan Berhenti Sebagai Seremonial
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi, saat menutup kegiatan Bimtek menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berakhir sebagai kegiatan seremonial.
Menurut Doris, ukuran keberhasilan sebuah Bimtek justru terlihat dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta mampu diterapkan dalam pengembangan usaha.
“Harapan kita setelah Bimtek ini, peserta tidak berhenti sampai di sini. Pengetahuan yang sudah diperoleh harus dikembangkan, usahanya terus dikembangkan, sehingga apa yang dipelajari benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat,” kata Doris.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan program pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya pelatihan, tetapi juga oleh keberlanjutan usaha para peserta setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
UMKM dan Pariwisata Harus Tumbuh Bersama
Doris juga menyoroti posisi strategis UMKM dalam pengembangan destinasi pariwisata di NTT.
Menurutnya, pelaku usaha lokal yang berada di kawasan destinasi wisata bukan sekadar pelengkap. Mereka merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan sekaligus salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Kuliner lokal, kerajinan, cenderamata dan berbagai produk khas daerah dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan destinasi, tetapi juga melakukan transaksi ekonomi dengan masyarakat setempat.
“Wisatawan tidak hanya membutuhkan pemandangan. Mereka juga membutuhkan kuliner dan buah tangan khas yang bisa dibawa pulang. Kalau di sebuah destinasi wisata wisatawan kesulitan menemukan kebutuhan kuliner maupun produk khas daerah, tentu ini bisa menjadi salah satu alasan mereka enggan berkunjung atau tidak tinggal lebih lama,” jelas Doris.
Karena itu, penguatan UMKM harus berjalan beriringan dengan pembangunan dan promosi destinasi wisata.
Destinasi wisata yang kuat, kata Doris, bukan hanya tentang keindahan alam dan kekayaan budaya. Lebih dari itu, destinasi harus mampu menghadirkan produk lokal yang memberikan pengalaman bagi wisatawan sekaligus menciptakan ruang transaksi ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, ketika wisatawan datang, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga oleh pelaku UMKM, kelompok masyarakat dan keluarga-keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha lokal.
Dari Pelatihan Menuju Kemandirian
Bimtek Pengembangan Ekonomi Kreatif berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, dan diikuti 30 peserta UMKM. Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Jumat (28/8/2026) di Hotel Bahagia II, Kabupaten TTS.
Namun, penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya proses belajar. Justru dari sinilah perjalanan para peserta untuk mengembangkan usaha dimulai.
Mereka diharapkan kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan, keberanian dan semangat baru untuk mengolah potensi lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing.
Kisah Yaya dan para peserta Bimtek memperlihatkan bahwa ketika pemerintah membuka ruang, memberikan pengetahuan dan memperkuat kapasitas masyarakat, sebuah program dapat berubah menjadi peluang nyata.
Dasa Cita pada akhirnya bukan sekadar nama sebuah program. Bagi pelaku UMKM, ia dapat menjadi pintu untuk belajar, mencoba, berkembang dan membangun kemandirian ekonomi.
Dari potensi lokal lahir kreativitas. Dari kreativitas tumbuh UMKM. Dan dari UMKM yang kuat, ekonomi masyarakat bergerak. (Kontributor: Paul.S)





[…] BACA JUGA: Dasa Cita Jadi Harapan Baru UMKM Bertumbuh, Yaya: Terima Kasih Gubernur Melki Laka Lena […]
[…] BACA JUGA : Dasa Cita Jadi Harapan Baru UMKM Bertumbuh, Yaya: Terima Kasih Gubernur Melki Laka Lena […]