Breaking News
06:03

TANPA SEKAT PROTOKOLER, MELKI–CHRISTIAN LARUT DALAM KEHANGATAN RAKYAT DI PANTAI LASIANA

IMG 20261106 WA0012
Bagikan
Lihat Tersimpan

KUPANG, NARATOR NTT, 06 November 2026. Tidak ada jarak, tidak ada sekat protokoler. Di bawah teduhnya kawasan wisata Pantai Lasiana, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, bersama Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memperlihatkan wajah kepemimpinan yang sederhana, cair, dan dekat dengan masyarakat.

Menjelang kehadiran peserta jalan sehat dan lari Tour de EnTeTe, Jumat (6/11/2026), kedua kepala daerah itu tampak santai berbaur bersama kru media, panitia, serta masyarakat di sekitar kawasan wisata Pantai Lasiana. Tanpa seremoni dan formalitas yang kaku, keduanya larut dalam obrolan hangat, menikmati kelapa muda dan saboak, suguhan lokal yang menjadi bagian dari kekayaan rasa masyarakat NTT.

Baca Juga: FINISH SPEKTAKULER TOUR de EnTeTe DI LASIANA! Melki Kobarkan Semangat Olahraga dan Kebangkitan UMKM NTT

Pemandangan itu sederhana, tetapi menyimpan pesan kepemimpinan yang kuat. Melki dan Christian tidak hanya hadir sebagai dua pemimpin daerah yang menunggu sebuah kegiatan besar dimulai. Mereka hadir sebagai bagian dari masyarakat, duduk bersama, bercengkerama, menikmati hasil usaha warga, dan merasakan langsung denyut kehidupan ekonomi rakyat.

Keduanya seolah memperlihatkan bahwa membangun daerah tidak selamanya harus berlangsung di balik meja, ruang rapat, atau panggung kehormatan. Ada saatnya pemimpin turun, melebur, mendengar, dan menikmati kehidupan masyarakat tanpa jarak.

Di situlah Tour de EnTeTe menemukan makna yang lebih luas. Kegiatan ini bukan sekadar tentang olahraga, keringat, garis start, dan garis finis. Ia membawa spirit berjalan sambil berbuat baik: menggerakkan tubuh sekaligus menggerakkan kepedulian, merawat kebersamaan sekaligus membuka ruang bagi ekonomi masyarakat.

Kelapa muda dan saboak yang dinikmati kedua kepala daerah bukan sekadar pelepas dahaga. Di balik suguhan itu ada tangan-tangan ibu pengelola lapak UMKM Pantai Lasiana, ada usaha kecil yang menggantungkan harapan pada ramainya kunjungan, dan ada kebanggaan ketika produk lokal mendapat perhatian langsung dari pemimpin daerah.

Baca Juga: TOUR DE ENTETE 2026: MELKI LAKA LENA MENGUBAH LANGKAH KAKI MENJADI GERAKAN EKONOMI NTT

Rasa syukur terpancar dari para ibu pengelola lapak. Bagi mereka, kehadiran Gubernur dan Wali Kota yang duduk santai menikmati dagangan tanpa canggung merupakan pengalaman tersendiri. Bukan semata karena siapa yang datang, tetapi karena usaha kecil mereka mendapat tempat dan penghargaan.

Tour de EnTeTe pun menghadirkan pesan yang melampaui olahraga: pariwisata harus menghidupkan masyarakat, kegiatan publik harus memberi ruang bagi UMKM, dan pembangunan harus menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan sampai ke lapak-lapak kecil.

Melki dan Christian memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari seberapa tinggi panggung yang ditempati, tetapi juga dari seberapa rendah hati seorang pemimpin bersedia duduk bersama rakyatnya.

Baca juga:Bukan Sekadar Olahraga! Tour de En Te Te Jadi Gerakan Ekonomi Rakyat, Gubernur Apresiasi BPAD NTT

**Sebab, Tour de EnTeTe bukan hanya tentang siapa yang paling cepat berlari, melainkan tentang bagaimana setiap langkah membawa kebaikan. Dan di Pantai Lasiana, kebaikan itu dimulai dari hal sederhana: menanggalkan sekat, merawat kebersamaan, serta memberi makna (Kontributor : Paul. S)

Flayer Pergub 64 Tahun 2026. Keringanan Pajak Kendaraan
Penulis

admin

Satu tanggapan untuk “TANPA SEKAT PROTOKOLER, MELKI–CHRISTIAN LARUT DALAM KEHANGATAN RAKYAT DI PANTAI LASIANA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *