Breaking News
17:12

Wagub Johni Asadoma Rangkul Diaspora NTT di Tarakan

IMG 20261022 213315
Bagikan
Lihat Tersimpan

TARAKAN, NARATOR NTT, 22 Oktober 2026 – Di tengah padatnya agenda misi strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kalimantan Utara, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan masyarakat Diaspora NTT di Kota Tarakan, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan bersama Kerukunan Keluarga Besar NTT di Kota Tarakan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Momentum tersebut menjadi ruang mempererat persaudaraan, membangun solidaritas warga di tanah rantau, sekaligus mengajak Diaspora NTT mengambil bagian dalam pembangunan daerah asal.

Baca Juga: Johni Asadoma dan Tim Teknis NTT Intip Strategi Jitu Kaltara, Siap Dongkrak PAD dari PKAA

Kehadiran Johni Asadoma disambut oleh masyarakat NTT yang telah lama menetap dan bekerja di Kalimantan Utara. Pertemuan berlangsung di sela-sela kunjungan kerja Wagub NTT bersama rombongan untuk melaksanakan studi tiru mengenai pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan di Atas Air.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Johny Ericson Ataupah, SP., MM; Kepala Badan Penghubung NTT, Florida Taty Setiawati, ST; Leads SKALA NTT, Yohanes Eripto Marviandi; Kabid Pendapatan I BPAD NTT, Oktavianus Mare, SS; serta tim teknis Jhon Nahak dan Arsena Adoe.

Wagub Johni: Diaspora Harus Tetap Mencintai NTT!
Dalam arahannya, Johni Asadoma menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan solidaritas antarsesama warga NTT, meskipun berada jauh dari kampung halaman.

Ia mengajak seluruh Diaspora NTT untuk terus memelihara rasa cinta terhadap daerah asal serta memberikan dukungan nyata bagi pembangunan NTT, baik melalui kontribusi pemikiran, gagasan, maupun keterlibatan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Baca Juga: Badan Penghubung NTT Fasilitasi Misi Strategis Wagub Johni Asadoma di Kaltara 

Menurutnya, masyarakat NTT yang berada di perantauan merupakan bagian penting dari kekuatan sosial daerah. Karena itu, hubungan antara pemerintah dan Diaspora perlu terus diperkuat agar persaudaraan tidak berhenti pada ikatan asal-usul, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama.

Johni juga memaparkan perkembangan pembangunan di NTT. Salah satu contoh yang disampaikannya adalah Kabupaten Manggarai Barat yang mengalami perkembangan pesat, termasuk meningkatnya nilai tanah di sejumlah kawasan.

Namun, di balik berbagai kemajuan tersebut, NTT masih menghadapi tantangan, terutama tekanan fiskal daerah dan tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Karena itu, Wagub menekankan pentingnya inovasi dan terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pemerintah memiliki kapasitas lebih besar dalam membiayai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

7.000 Warga NTT di Tarakan, Kekuatan Besar di Tanah Rantau

Kerukunan Keluarga NTT (K2 NTT) di Kota Tarakan, berdasarkan laporan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, tercatat memiliki anggota sekitar 7.000 jiwa yang berasal dari beragam etnis dan menekuni berbagai profesi.

Baca jugaDi Tanjung Selor, Wagub Johni Asadoma dan Rombongan gelar Diskusi dan berbagi Informasi

Besarnya jumlah warga NTT di Tarakan menjadi potensi sosial yang penting. Namun, komunitas Diaspora ini juga menghadapi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak.

Bernarduas Gao Kolin, Ketua Paguyuban Keluarga Flores Timur (Flotim) di Kota Tarakan, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah persoalan yang dihadapi warga migran asal NTT, terutama mereka yang berangkat bekerja ke Malaysia melalui jalur Tarakan tanpa dokumen yang lengkap.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan ketenagakerjaan dan keimigrasian. Sebagian warga yang mengalami masalah di tempat kerja kemudian meninggalkan lokasi kerja dan kembali menjadikan Tarakan sebagai daerah transit.

Dalam situasi seperti ini, K2 NTT turut berperan membantu menangani warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
Persoalan tersebut memperlihatkan bahwa solidaritas

Diaspora bukan hanya berkaitan dengan menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap sesama warga yang menghadapi kesulitan di perantauan.

Rumah Singgah Jadi Misi Kemanusiaan Diaspora NTT

Sementara itu, Pius Wempi, Penasihat Kerukunan Keluarga Besar NTT di Tarakan, mengungkapkan bahwa komunitas Diaspora NTT tengah berupaya membangun rumah singgah melalui swadaya dan dukungan berbagai komunitas.

Rumah singgah tersebut direncanakan menjadi tempat penampungan sementara bagi warga NTT yang terlantar, warga yang meninggal dunia tanpa keluarga yang dapat mendampingi, serta kebutuhan sosial kemasyarakatan lainnya.

Selain fungsi kemanusiaan, rumah singgah itu juga direncanakan menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi K2 NTT di Kota Tarakan.

Inisiatif tersebut menunjukkan semangat gotong royong warga NTT di perantauan untuk membangun sistem dukungan bagi sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan pertolongan.

Harapan terhadap pembangunan rumah singgah pun menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut. Dukungan lintas komunitas diharapkan dapat memperkuat upaya penggalangan sumber daya agar rencana itu dapat diwujudkan.

Persaudaraan di Rantau, Kontribusi untuk Kampung Halaman

Pertemuan Wagub NTT bersama Diaspora di Tarakan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk warga yang mencari nafkah dan membangun kehidupan di luar NTT.

Di satu sisi, Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya mencari inovasi untuk meningkatkan PAD dan memperkuat kemampuan fiskal daerah.

Di sisi lain, masyarakat Diaspora memiliki potensi berupa jaringan sosial, pengalaman, gagasan, dan semangat gotong royong yang dapat menjadi modal pembangunan.

Melalui pertemuan tersebut, Johni Asadoma mendorong agar ikatan persaudaraan warga NTT di tanah rantau tetap terpelihara dan menjadi kekuatan positif, baik dalam membantu sesama maupun mendukung kemajuan daerah asal.

Sebab, sejauh apa pun kaki melangkah dan di mana pun kehidupan dibangun, kecintaan terhadap kampung halaman dapat terus diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi Nusa Tenggara Timur.
(Narator NTT/Omar)

Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *