KUPANG – NARATOR NTT, 21 September 2026 — Demikian Pesan yang disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Ribka Haluk kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. ketika memimpin Apel Kesadaran ASN di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (21/9/2026) pagi.
Wamendagri Ribka Haluk mengapresiasi pertumbuhan ekonomi NTT yang mencapai 5,01 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan II 2026. Angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data resmi BPS juga mencatat ekonomi NTT pada Semester I 2026 tumbuh 5,16 persen secara kumulatif.
Di tengah karakter geografis NTT yang terdiri atas kepulauan dengan tantangan topografi yang beragam, capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk terus memperkuat pembangunan daerah.
Namun Ribka mengingatkan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai angka statistik.
“ASN harus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Ribka.
Menurutnya, masih terdapat pekerjaan besar yang harus ditangani bersama, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

INOVASI JADI “MESIN” BARU PEMBANGUNAN NTT
Ribka Haluk mendorong jajaran pemerintah daerah agar tidak pasif menghadapi keterbatasan fiskal. Justru dalam kondisi tersebut, inovasi dan kreativitas pemerintahan harus semakin diperkuat.
Ia meminta pemerintah daerah lebih aktif menjemput investasi, membuka ruang bagi sektor swasta, melakukan inovasi, serta memberikan kemudahan dalam pelayanan dan perizinan.
“Jika kapasitas fiskal rendah maka perlu menjemput bola, berinovasi, dan mempermudah perizinan daerah sehingga sektor swasta juga bisa masuk ke daerah,” ujar Ribka.
Bagi Ribka, pemerintah dan sektor swasta merupakan dua kekuatan yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, capaian ekonomi NTT sebesar 5,01 persen harus menjadi momentum untuk mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BPS sendiri mencatat struktur ekonomi NTT pada Triwulan II 2026 masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi 29,40 persen.
PERTANIAN DAN LAUT NTT JANGAN DIBIARKAN “TIDUR”
Ribka juga secara khusus mengingatkan ASN NTT agar terus menggali kekuatan ekonomi yang bersumber dari potensi lokal.
Sektor pertanian dan kelautan, kata dia, harus terus dikembangkan melalui inovasi sehingga mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita perlu melakukan inovasi terus-menerus, seperti sektor pertanian. Kita tidak boleh pasrah dengan kondisi yang ada. Inovasi perlu terus dilakukan. Kemudian potensi kelautan yang terus memberi kontribusi,” ungkapnya.
Ia mengajak ASN NTT untuk memiliki semangat berkompetisi dengan daerah lain, sekaligus membangun kebanggaan sebagai aparatur yang bekerja untuk daerah kepulauan dengan potensi besar.
ASTA CITA HARUS TURUN DARI PUSAT KE DAERAH
Dalam amanatnya, Wamendagri juga menegaskan bahwa visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 harus diterjemahkan secara konkret hingga ke tingkat pemerintah daerah.
Menurutnya, delapan agenda Asta Cita harus di-break down menjadi program yang jelas sehingga dapat menjadi mesin penggerak pembangunan dari pusat hingga daerah.
“Saya harapkan program-program tersebut dapat di-break down dengan baik sebagai mesin penggerak agar pemerintah daerah dapat terus maju,” ujarnya.
Ribka sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTT, Forkopimda, sektor swasta dan seluruh pihak yang selama ini berkontribusi menjalankan berbagai program pemerintah pusat di NTT.
PPPK PARUH WAKTU, PEMERINTAH PUSAT SIAPKAN KEBIJAKAN
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri Ribka Haluk juga menyampaikan mengenai kebijakan PPPK paruh waktu.
Ia mengatakan, pemerintah merencanakan agar PPPK paruh waktu di daerah dapat beralih menjadi PPPK penuh waktu dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah pusat.
“Permasalahan besar adalah PPPK Paruh Waktu yang akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Ini adalah diskresi besar dari Presiden RI,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian dari pesan Wamendagri dalam apel yang tidak hanya berbicara mengenai pembangunan ekonomi, tetapi juga penguatan kapasitas pemerintahan dan aparatur.
DARI APEL ASN, PESAN HIJAUKAN FLOBAMORATA MENGUAT
Pesan pembangunan tidak berhenti pada ekonomi.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan Kantor Gubernur NTT sebagai bagian dari gerakan penghijauan.
Ribka Haluk mengajak masyarakat NTT memperluas gerakan penghijauan dari lingkungan pemerintahan hingga pekarangan rumah masing-masing. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya mewujudkan Indonesia Asri.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turut menyerukan agar penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
NTT yang memiliki sejumlah wilayah dengan karakter relatif kering membutuhkan gerakan penghijauan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat luas.
Pesannya sederhana namun kuat: pembangunan harus bergerak, ekonomi harus tumbuh, inovasi harus hidup, dan lingkungan harus tetap hijau.
“JANGAN HANYA BANGUN ANGKA, BANGUN DAMPAK!”
Apel Kesadaran ASN bersama Wamendagri Ribka Haluk akhirnya menjadi momentum untuk mempertegas kembali peran ASN dalam pembangunan NTT.
Pertumbuhan ekonomi 5,01 persen menjadi capaian yang diapresiasi, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, inovasi, investasi, penguatan sektor pertanian dan kelautan, penurunan kemiskinan, serta penghijauan menjadi agenda yang harus bergerak bersama.
Dengan demikian, pesan Wamendagri di hadapan ASN Pemprov NTT bukan sekadar seremoni apel pagi.
Ini adalah seruan agar mesin pemerintahan NTT bergerak lebih cepat: inovatif dalam bekerja, terbuka terhadap investasi, fokus pada masyarakat, dan bersama-sama menghijaukan Bumi Flobamorata.(Tim Narator/Omar)






Tinggalkan Balasan